Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih pria di lantai tertentu/boleh memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko… Lalu,seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tsb untuk mencari suami… Di setiap lanta terdapat tulisan seperti ini : Lt. 1 : Pria di lantai ini taat pada Tuhan dan bertanggung jawab. Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya. Lt. 2 : Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab dan sayang kepada istrinya. Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya. Lt 3 : Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab, sayang kepada istrinya dan kaya. ”Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik. Lalu sampailah wanita itu di lt. 4 dan terdapat tulisan: Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab, sayang kepada istrinya, kaya dan punya kedudukan terhormat. ”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya”. Dia tetap melanjutkan ke lt. 5: Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab,sayang kepada istrinya, kaya, punya kedudukan terhormat dan tampan sekali. Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lt. 6 dan terdapat tulisan: Anda adalah pengunjung yg ke 4.363.012.000. Tdk ada pria di lantai ini. Lantai ini hanya semata2 pembuktian untuk wanita yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di “Toko Suami”. Mohon hati-hati ketika keluar dari sini.=D =)) Pesan moral : Selalu merasa puas akan pasangan yang sudah Tuhan sediakan.. Jangan terus mencari yang terbaik tapi jadikanlah yang terbaik dari yang sudah Tuhan sediakan... Ya Allah…Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian hidupku, Seorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk-Mu, Dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa ia hidup, Sehingga hidupnya tidaklah sia-sia, Seorang yang memiliki hati bijak bukan hanya otak yang cerdas, Seseorang yang tidak hanya memujaku,tetapi dapat juga menasehatiku bila salah, Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku, tetapi karena hatiku, Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi, Seorang pria yang dapat membuatku merasa dihargai sebagai seorang wanita kala berada di sisinya, Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna,Namun aku meminta seorang pria yang tidak sempurna sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu.. Baca Selengkapnya...

Rabu, 17 November 2010
Toko Suami
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih pria di lantai tertentu/boleh memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko… Lalu,seorang wanita pun pergi ke toko “suami” tsb untuk mencari suami… Di setiap lanta terdapat tulisan seperti ini : Lt. 1 : Pria di lantai ini taat pada Tuhan dan bertanggung jawab. Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya. Lt. 2 : Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab dan sayang kepada istrinya. Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya. Lt 3 : Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab, sayang kepada istrinya dan kaya. ”Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik. Lalu sampailah wanita itu di lt. 4 dan terdapat tulisan: Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab, sayang kepada istrinya, kaya dan punya kedudukan terhormat. ”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya”. Dia tetap melanjutkan ke lt. 5: Pria di lantai ini taat pada Tuhan, bertanggung jawab,sayang kepada istrinya, kaya, punya kedudukan terhormat dan tampan sekali. Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lt. 6 dan terdapat tulisan: Anda adalah pengunjung yg ke 4.363.012.000. Tdk ada pria di lantai ini. Lantai ini hanya semata2 pembuktian untuk wanita yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di “Toko Suami”. Mohon hati-hati ketika keluar dari sini.=D =)) Pesan moral : Selalu merasa puas akan pasangan yang sudah Tuhan sediakan.. Jangan terus mencari yang terbaik tapi jadikanlah yang terbaik dari yang sudah Tuhan sediakan... Ya Allah…Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian hidupku, Seorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu, Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk-Mu, Dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa ia hidup, Sehingga hidupnya tidaklah sia-sia, Seorang yang memiliki hati bijak bukan hanya otak yang cerdas, Seseorang yang tidak hanya memujaku,tetapi dapat juga menasehatiku bila salah, Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku, tetapi karena hatiku, Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi, Seorang pria yang dapat membuatku merasa dihargai sebagai seorang wanita kala berada di sisinya, Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna,Namun aku meminta seorang pria yang tidak sempurna sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata-Mu.. Baca Selengkapnya...
Jumat, 12 Maret 2010
Membersamai orang shalih
Beberapa pekan ini memang sedang banyak-banyaknya saudara, teman dan kerabat yang menggenapkan separuh dien-nya...
Barakallahufiikum...
Tulisan ini untuk kaliyan yang akan, sedang, maupun yang masih dalam tahap mempersiapkan ke arah sana…^_^
Memang harapan dan impian setiap pemuda atau pemudi yang memasuki usia pernikahan adalah memperoleh suami shalih atau istri shalihah, karena ia termasuk perkara mendasar dalam bangunan dan tatanan rumah tangga yang akan diarungi oleh suami istri.
"Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya, pilihlah pemilik agama niscaya kamu beruntung”.
(HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah).Menikah bukan untuk sesaat dua saat akan tetapi untuk selamanya, dunia akhirat, InsyaAllah…
Walaupun dalam perjalanan pernikahan tidak jarang terjadi rintangan dan sandungan, naik turun, senang susah, sedih gembira, semuanya terjadi, hanya keshalihan yang bisa membimbing suami dan istri untuk menyikapi semua itu dengan bijak yang pada akhirnya membawa kepada kebaikan bagi mereka berdua.
Memang, Allahpun memerintahkan kepada kita untuk selalu bersama dengan orang yang shalih. Membersamai orang shalih, ya....membersamai mungkin adalah kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan ini. Sebab kebersamaan yang membersamai akan menunjukkan keaktifan dari kedua belah pihak untuk saling menjaga agar tetap istiqomah dalam keshalihan tersebut.
Adalah benar, jika teman kita baik maka kita akan ikut menjadi baik, begitupun sebaliknya. Seperti halnya kita dekat dengan penjual minyak wangi, maka kitapun akan ikut menjadi wangi. Namun terkadang yang kita lakukan adalah ingin bersama dengan orang shalih agar kita ikut menjadi shalih dan akhirnya hanya meletakkan harapan atau menggantungkan kebaikan diri padanya. Padahal ini adalah kekeliruan dan hanya akan membawa pada kekecewaan.
Ada seorang sahabat yang berkata, "aku ingin menikah dengannya.. hanya dengannya. Agar ia menjadi imamku, agar ia membimbingku, agar ia membangunkanku shalat malam, agar ia membersamaiku dalam santap buka yang sederhana, agar ia bisa mengajariku berbagai hal, agar ia......, agar ia…..”
Terlalu banyak harapan yang diinginkan kepada sosok yang diharapkan menjadi pendampingnya itu. Dan itulah yang menjadi menjadi masalah…..
Dan ketika sosok lelaki penyabar yang dia kenal juga bisa marah, bahkan sering bahwa sosok lelaki shalih yang dia damba kadang sulit dibangunkan untuk shalat shubuh berjama’ah bahwa lelaki yang menghafal juz-juz Al Quran itu tak pernah menyempatkan diri mengajari dirinya mengaji dan bahkan sosok lelaki yang aktif dalam da'wah itu ternyata adalah pribadi yang tidak peduli kepada keluarganya sendiri....Memang ketika kita semakin mengenali manusia yang makin akrab bagi kita, pastilah aib-aibnya akan semakin terbuka. Dan pasti membuat kita mengakrabi kesempurnaanNya. Karena kita pun harus sadar, bahwa di balik kelebihan-kelebihan yang dimiliki orang shalih tersebut, dia juga adalah manusia biasa yang banyak akan kekurangan. Maka gantungkanlah harapan dan segala niat untuk menjadi baik hanya padaNya.
Wallahua'lam bishshowab.... Baca Selengkapnya...
Sabtu, 19 Desember 2009
Antara kesiapan,takdir dan do'a

"Mbak,saya merasa sdh 'siap'&saya minta tlg mbak u/mencarikan j0doh buat saya.."
kata gadis itu,sambil tersipu di hadapan mbak MURnya..
Deggg..
serasa jantung berhenti,bahagia&haru campur aduk jadi satu.Sambil tersenyum,dia memeluk gadis di depannya yg jarak umurnya hanya beberapa bulan di bawahnya itu..
Satu lagi binaannya mengajukan kesiapan diri u/menjalani pr0ses yg memang selayaknya akn djalani oleh seorang wanita,yaitu pernikahan..
Setelah sblmnya dia telah membantu "pr0ses" salah satu binaannya yg berusia setahun di atasnya,sampai ke jenjang pernikahan..
Sbg se0rang mur0bbi,hal ini merupakan hal wajar.. u/mmbantu "pr0ses" binaan2nya.
Tak ada yg salah memang...
Dia selalu memberikan pengertian kepada binaannya,supaya tidak sungkan apabila sudah merasa 'siap' u/melakukan "pr0ses".
Kesungkanan yg terjadi hanya karena mbak MUR belum menikah..
Padahal berbagai daur0h&tatsqif tentang rumah tangga,bahkan kunjungan tokoh sudah dijadikan sarana agar binaan2nya tidak merasa sungkan.
Selalu dia yakinkan bahwa jodoh akan menghampiri,sesuai dengan takdirnya..
Dan jodoh tidak akan datang ke tempat yang salah..
Dia yakin,segalanya adalah pr0ses pendewasaan diri agr mnjd muslimah yg lbh matang dgn b'tambahnya usia..
Kesiapan diri tidak selamanya berkorelasi dgn takdir,banyak dari kita yg merasa 'siap' tapi setelah ikhtiar,do'a&tawakkal ternyata blm diperkenankan u/dberi amanah yg lebih..dalam arti Allah lebih tau kadar 'kesiapan' kita dibanding diri kita sendiri..
Menyegerakan adl jalan yg terbaik,tapi bukan ketergesaan..
Semua sudah ada jalannya masing2,sesuai dgn ktentuan yg telah digariskanNya..
Manusia seringkali t'gesa-gesa&penuh keluh kesah karena dangkalnya ilmu&pendeknya jangkauan akalnya thd rahmat Allah..
Ketika mmbutuhkan gerimis u/mndinginkan bumi hatinya,ia mengeluh&kadang bahkan cepat mmberikan penilaian yg salah ktk Allah mngirimkan mendung.
Padahal,mendung yg tebal itu mmbwa muatan air yg melimpah,lbh dr skdr yg ia butuhkan.
Ktk ia tdk mlht mendung&hny mrasakan teriknya matahari,ia lupa bhw matahari pun adl rahmat.Berkait dgn keinginannya,matahari mmp'cepat pnguapan air laut mjd awan yg slnjtnya akn mnjd hujan..
Tapi manusia pendek akalnya&suka tergesa-gesa..
(diambil sebagian kata2 dari buku "Kupinang engkau dg hamdalah",Ust.Fauzil Adhim)
Umul quro,17 n0vember 2009,01:30 WIB.
(di tengah keyakinan terhadap janji Allah yg pasti akan datang...)
Baca Selengkapnya...
Sebaris pesan buat calon rekan dakwah

Sedikit pengingatan buat antum, calon rekan dakwah yang nantinya akan bersama-sama meninggikan Kalimatullah di negeri ini....
Semoga bermanfaat bagi ikhwahfillah....
“Jangan engkau nikahi wanita yang enam, jangan yang ananah, yang mananah, dan yang hananah, dan jangan engkau nikahi yang hadaqah, yang baraqah dan yang syadaqah.”
1. Wanita Ananah: banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat dibuat-buat sakit.
2. Wanita Mananah: suka membangkit-bangkit terhadap suami. Wanita ini sering menyatakan, “Aku membuat itu karenamu”.
3. Wanita Hananah: menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dinikahinya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.
4. Wanita Hadaqah: melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya.
5. Wanita Baraqah: ada 2 makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mau makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagianya.
6. Wanita Syadaqah: banyak cakap tidak menentu lagi bising.
Wanita : Akal Setipis Rambutnya
Jangankan lelaki biasa, nabi pun terasa sunyi tanpa wanita.
Tanpa mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah.
Masih mencari walau ada segalanya.
Apa yang tiada dalam surga?
Namun adam tetap rindukan hawa.
Dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok.
Untuk diluruskan oleh lelaki.
Tetapi seandainya lelaki itu sendiri tidak lurus
Mana mungkin kayu yang bengkok menghasilkan batang yang lurus.
Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah
Karena mereka diciptakan sebegitu rupa oleh Allah.
Didiklah mereka dengan panduan darinya.
Jangan coba menjinakkan mereka dengan harta, karena nantinya mereka semakin liar.
Janganlah hiburkan mereka dengan kecantikan, karena nantinya mereka akan semakin derita.
Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal. Di situlah puncak kekuatan dunia.
Akal setipis rambutnya, tebalkanlah ia dengan ilmu...
Hati serapuh kaca, kuatkanlah ia dengan iman...
Perasaan selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak...
Suburkanlah ia karena dari situlah nantinya...
Mereka akan lihat nilai dan keadilan Rabb...
Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan...
Ia bukan diskriminasi Allah... sebaliknya di situlah kasih dan sayang Allah...
Wanita yang lupa hakikat kejadiannya...
Pasti tidak akan terhibur, dan tidak akan menghiburkan...
Tanpa iman, ilmu dan akhlak...mereka tidak akan lurus...
Bahkan akan semakin membengkok...
Itulah hakikatnya andai wanita tidak kenal Rabbnya...
Bila wanita menjadi durhaka... pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara....
Lelaki pula janganlah mengharapkan ketaatan semata-mata...
Tapi binalah kepimpinan...
Pastikan sebelum wanita menuju ilahi, pimpinlah diri kepadanya...
Jinakkan diri kepada allah...
Niscaya akan jinaklah segala-galanya di bawah pimpinanmu...
Janganlah mengharapkan isteri semulia Fatimah Az-Zahra'
Seandainya dirimu tidak sehebat sayyidina Ali karamallahuwajhah.
"Dia ibarat kaca yang berdebu...Jangan terlalu keras membersihkannya....
Nanti dia retak dan pecah....
Dia ibarat kaca yang berdebu... Jangan terlalu lembut membersihkannya...
Nanti dia tetap keruh dan bernoda..."
(Kaca yang berdebu, Maydani)
(di copas dengan sedikit pernbahan dari email tetangga)
Baca Selengkapnya...
Menggapai Cinta Rabbani

AlDakwah.com--Hari pernikahanku. ...Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku rasakan justru rasa haru biru.Betapa tidak.
Di hari bersejarah ini tak ada satupun sanak saudara yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang paling keras menentang perkawinanku. Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari, "Jadi juga kau nikah sama 'buntelan karung hitam' itu ....?!?"
Duh......, hatiku sempat kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut 'buntelan karung hitam'.
"Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat kakinya. Lebih
tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!" sambung ibu lagi.
"Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu...?" Kali ini aku terpaksa
menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat tersinggung mendengar ucapanku.
"Oh.... rupanya kau lebih memilih perempuan itu ketimbang keluargamu.
Baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau bawa perempuan
itu ke rumah ini !!" DEGG !!!!
"Yanto.... jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba," teguran Ismail membuyarkan lamunanku. Segera kuucapkan istighfar dalam hati.
"Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah ...akhi," sekali lagi Ismail memberi semangat padaku.
"Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan mas kawin seperangkat alat sholat tunai !" Alhamdulillah lancar juga aku
mengucapkan aqad nikah.
"Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah dien.Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain."
Dikamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah
sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam hati kuberanikan diri untuk menyapanya.
"Assalamu'alaikum .... permintaan hafalan Qur'annya mau di cek kapan Dek...?" tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi disembunyikan
dalam tunduknya.
Sebelum menikah, istriku memang pernah meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan Qur'an tiap malam satu juz. Dan
permintaan itu telah aku setujui. "Nanti saja dalam qiyamullail, " jawab istriku, masih dalam tunduknya. Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia
sembunyikan dalam-dalam.
Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu, ia menyerah.
Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku 'tidak menarik'. Sekelebat pikiran itu muncul ....dan segera aku mengusirnya.
Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.
"Bang, sudah saya katakan sejak awal ta'aruf, bahwa fisik saya seperti ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak
menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan kepada Ayahnya Imam Malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia sukai pada istrinya.
Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama pernikahan mereka,"...Dan bergaullah
dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan). Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai
sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa:19)
Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi seorang wanita
yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.
"Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai dan
menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas."
Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih
menyisakan segumpal ragu.
"Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh... saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk," ucapnya lagi.
"Tidak...Dek" ."Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah.
Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi," paparku sambil menggenggam
erat tangannya.
Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya, bait-bait do'a kubentangkan pada Nya.
"Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri karena rupa yang
cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu.
Robbi saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam
Jannah-Mu !"
Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap raut wajah istriku dengan segenap hati yang ikhlas.
Ah... sekarang aku benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah sejati.
Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang pada-Nya.Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya.
Dan senantiasa melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.
"...dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya pada Allah..." (QS. Al-Baqarah:165)
"Tiap-tiap manusia berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah itu adalah orang yang banyak bertaubat." ( rawahu At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
di-copas dari email salah seorang ikhwah
yusran muhammad yusran
Semoga bermanfaat...
Baca Selengkapnya...
Demi Masa
Artikel Populer
Profil Saya
- Wafa Althafunnisa
- Wafa Athafunnisa adalah nama yang saya gunakan sebagai nama pena, karena dia mengandung makna kesetiaan seorang wanita yang berwatak lembut. Semoga menjadi do'a yang baik bagi si pemakainya... Lantas, mengapa ungu??? Tahukah kalian bahwa warna ungu menunjukkan kesendirian, misterius daan eksklusifisme?? Mungkin ada sedikit benarnya, karena sebagian besar postingan artikel yang saya buat adalah hasil dari "menyendiri" yang pada akhirnya menjadikan sebuah inspirasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi semua yang membacanya.
Kategori Tulisan
- 'Ailiy (1)
- Catatan perjalanan (1)
- Me and friends (2)
- Mellow (5)
- Our Vision (5)
- Pharmacyst 'n Health (1)
- Sebait Renungan (9)
- Serba serbi (2)
Blogger
-
Hatta dan Robiah : Pasangan Konselor Keluarga dan Pembicara Parenting (Portofolio) - Hatta & Robiah memulai bahtera rumahtangga sejak tahun 2004 saat sama-sama belum selesai kuliah. Saat ini keduanya dikaruniai 6 putra-putri, dan tinggal d...2 tahun yang lalu

